Monthly Archives: January 2012

I’m Not a Salesman

I’m Not a Salesman

Pergi ke TK dan diituduh mau berjualan majalah itu rasanya seperti….

Bisa dibilang dari 10 TK yang saya kunjungi, ada 8 TK yang menyangka saya mau jualan. Ujung-ujungnya ketika  sekolah mereka dimuat di majalah saya, mereka berubah jadi manis sekali. I told you,  I’m not a salesman. I’m a reporter!

Tadi pagi kejadian dituduh pun terulang lagi. Satpam sekolah yang saya kunjungi, judes banget. Ketika saya bilang saya dari majalah, mukanya menjadi semakin judes. Katanya begini, “Udah ngasih proposal?” Lalu saya jawab, “Saya tidak mau menawarkan proposal. Saya mau interview dan sudah bikin janji. Saya ingin memuat sekolah ini di majalah saya.” Tapi dia masih ngotot soal proposal itu. “Kok saya gak tau? Setiap proposal yang masuk harus melalui saya dulu.” Ooo…rupanya si satpam merasa dilangkahi. Oke…saat itu saya mulai emosi. Emangnya siapa dia, kepala sekolah juga bukan! Untunglah, saved by the bell. Humas sekolah menelepon si satpam untuk menyuruh saya masuk.

Saya mendapat sambutan yang ramah dari humasnya. Kami ngobrol soal majalah, soal sekolah, dan kemungkinan untuk bekerjasama. Lalu saya diberi tour singkat ke seluruh gedung sekolah. Semua lancar, semua baik-baik saja. Mereka sangat welcome, beda sekali sama satpamnya.

Ketika saya keluar dari gedung, humas sekolah mengantar saya sampai ke pintu depan. Si satpam menatap dengan pandangan kurang senang. Tapi ucapan ramah tetap keluar dari mulut saya. “Terima kasih, Pak!” Padahal dalam hati segudang sumpah serapah untuk satpam itu.

Hmmm, mungkin memang selalu begitu hukumnya…. tuan yang baik, anjingnya pasti  galak.

Tak Mungkin Ada Pelangi Jika Tak Ada Hujan, Teman…

Tak Mungkin Ada Pelangi Jika Tak Ada Hujan, Teman…

Tahun 2012. Bulan Januari… Musim hujan yang kita tunggu-tunggu mulai datang. Datangnya tidak sendiri, tetapi membawa teman, bernama  angin. Kalau angin ketemu hujan, jadinya ya, duet maut.  Pohon tumbang, kanopi halte bus transjakarta copot, asbes-asbes tetangga melayang entah ke mana dan kena siapa, adalah efek dari duet maut itu. Dan, jangan lupakan banjir. Kabarnya, gempa juga akan banyak terjadi. Selamat datang tahun bencana.

Tahun 2012. Bulan Januari… Jalanan semakin macet, apalagi jalan raya di Jakarta.  Semakin banyak orang yang punya kendaraan bermotor.  Sedihnya melihat begitu banyak mobil yang hanya ditumpangi satu orang, sementara penumpang di bus kota  harus berdiri berdesak-desakan selama dua jam. Andai,  satu mobil pribadi diisi penuh, dan mobil lainnya istirahat di rumah saja, mungkin tidak semacet tadi. Selamat datang  di lalu lintas yang melelahkan.

Tahun 2012. Bulan Januari…Pekerjaan semakin berat, target juga semakin tinggi. Gaji tidak naik, tetapi harga-harga kebutuhan sehari-hari, semakin mahal. Otakpun semakin dipaksa untuk berpikir keras. Selamat datang beban hidup yang semakin berat.

Meski tahun  2012 begitu banyak bencana, begitu berat beban hidup, tetapi percayalah semua pasti bisa kita lewati. Jangan pernah menyerah, tetap usahakan yang terbaik.    Tuhan  memang tidak pernah menjanjikan kalau langit selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar. Tetapi, Tuhan selalu memberi pelangi sehabis hujan badai, senyum sehabis air mata, berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa.

Kata orang, Tahun Naga Air adalah saat yang tepat untuk mengadakan perubahan. Jadi, tetap positive thinking ya, dekatkan diri kepada Tuhan. Ya, kita pasti akan menuju ke arah yang lebih baik.

Lagipula, tak mungkin ada pelangi jika tak ada hujan, teman…